Pengamalan

PENDAHULUAN

Sebagai perguruan tinggi Islam di bawah organisasi Muhammadiyah, seharusnya suasana keislaman di lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dapat dirasakan oleh orang-orang yang masuk di dalamnya atau orang-orang yang berada di sekitarnya. Hal ini baru bisa terealisir manakala ajaran Islam dapat dipahami dan dipraktekkan secara bersama-sama (berjama`ah) oleh dan para unsur yang terlibat langsung di dalamnya, baik itu unsur pokok maupun unsur penunjang.

Adapun unsur-unsur dimaksud yang sekaligus menjadi sasaran pembinaan kehidupan Islami adalah unsur pimpinan, dosen, karyawan, mahasiswa, kurikulum, pelayanan umum administrasi, akademik dan lingkungan fisik kampus.

Agar tercipta suatu suasana dan kondisi yang dimaksud maka diperlukan suatu upaya pembinaan secara terprogram, terus-menerus dan harus dilakukan secara bersama-sama dalam kerangka jama’ah .

DASAR PEMBINAAN

Adapun dasar pembinaan keagamaan di UMY didasarkan pada Al-Qur’an dan as-Sunnah:

1. Al-Qur’an:

QS. At-Tahrim/66: 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا …

“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka …”

QS. Ali Imran/3 : 104:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan ummat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.”

QS. Al-Ahzab/33: 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah (saw) itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Akhir, dan dia banyak menyebut Allah.”

2. As-Sunnah

Hadis riwayat Tirmidzi, Nabi saw bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا … (رواه الترمذى وأحمد والدارمى)

“Orang mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya.”

3. Anggaran Dasar Muhammadiyah dan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah

Berdasarkan Anggaran Dasar Muhammadiyah Bab III, pasal 7 bahwa:

Usaha milik Persyarikatan sebagai Media atau Alat Dakwah Persyarikatan untuk mencapai maksud & tujuan Muhammadiyah, yakni: menegakkan & menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Oleh karenanya semua bentuk kegiatan amal usaha Muhammadiyah –termasuk Universitas Muhammayah Yogyakarta– harus mengarah kepada terlaksananya maksud & tujuan persyarikatan, dan seluruh pimpinan serta pengelola amal usaha berkewajiban untuk melaksanakan misi utama Muhammadiyah itu dengan sebaik-baiknya sebagai misi da’wah. (Lihat juga PHI WM, hlm 26-27;)

TUJUAN PEMBINAAN PERSONALIA

Adapun tujuan pembinaan personalia di UMY adalah untuk meningkatkan ghirah dan kualitas keberagamaan seluruh sivitas akademika termasuk karyawan yang tercermin lewat pemahaman keislaman yang baik dan sikap keseharian yang Islami.

Melalui pembinaan keagamaan bagi seluruh sivitas akademika termasuk pada karyawan, diharapkan mereka memperoleh pemahaman dan peningkatan keimanan juga dapat menambah semangat dan tanggung jawab dalam bekerja dan belajar yang pada akhir¬nya suasana keislaman di kampus UMY dapat dirasakan oleh orang yang berada di sekitarnya.

SASARAN PEMBINAAN PERSONALIA

Sasaran utama pembinaan personalia adalah seluruh pimpinan, dosen dan karyawan UMY, baik yang berstatus tetap maupun yang tidak tetap.

BENTUK-BENTUK PEMBINAAN PERSONALIA

Tugas Pokok Pembinaan Keagamaan Pada Dosen Dan Karyawan adalah menyelenggarakan kegiatan antara lain sebagai berikut:
1. Baitul-Arqam: Refreshing AIK untuk Dosen & Karyawan
2. Pengajian Mingguan: KSS (Kajian Senin Siang)
3. Kultum ba’da shalat Dzuhur (Selasa s/d Kamis)
4. Tadarrus & Bimbingan Baca Al-Qur’an
5. Sosialisasi Ajaran Islam
6. Konsultasi Agama
7. PHBI & Semarak Ramadlan
8. Membentuk jaringan dakwah dengan mengaktifkan Tim Islamisasi Kampus, dan Korps Muballigh Mahasiswa Muhammadiyah (KM3)

Ad. 1. Baitul Arqam: Refreshing al-Islam dan Kemuhammadiyahan

Arti Baitul Arqam secara harfiah adalah rumah Arqam. Sedang menurut istilah adalah bentuk kegiatan pelatihan sehari-semalam dalam organisasi Muhammadiyah dan organisasi otonomnya untuk meningkatkan kualitas keberagamaan sekelompok orang. Nama ini dipilih karena rumah Arqam, salah seorang sahabat Nabi saw, sering dijadikan tempat pengkaderan bagi para sahabat nabi yang langsung dipimpin oleh Nabi Muhammad saw.

Kegiatan Baitul Arqam atau kadang disebut sebagai Refreshing al-Islam dan Kemuhammadiyahan di sini merupakan kegiatan utama dalam pembinaan keagamaan, baik terhadap dosen maupun karyawan. Hal ini karena dianggap lebih komprehensif, lebih terpadu dan lebih efisien untuk mencapai tujuan pembinaan dibanding dengan kegiatan pembinaan dalam bentuk pengajian. Dikatakan demikian karena di samping materi–materi dalam kegiatan Baitul Arqam tersebut tidak terputus-putus karena terbatasnya waktu yang tersedia seperti pada kegiatan pengajian, juga suasana berjama`ah (kebersamaan) yang memang sengaja dikondisikan dari awal, saling kenal (ta`aruf) secara lebih jauh di antara mereka, makan bersama, saling membangunkan untuk Shalat Lail (malam) berjama`ah, tadarrus bersama, dan lain-lain menyebabkan suasana keislaman benar-benar dapat dirasakan minimal pada saat pelaksanaan Baitul Arqam. Biasanya pasca pelaksanaan Baitul Arqam semangat keberagamaan dan kebersamaan mereka masih terbawa sampai ke tempat kerja, sehingga langkah yang harus disiapkan oleh LPPI UMY adalah melakukan pembinaan lanjutan yakni pengajian rutin bulanan sebagai kegiatan penopang dari kegiatan utama.

Gambaran materi Baitul Arqam adalah sebagai berikut:
a. Sekitar pemantapan Aqidah yang benar dan kuat.
b. Sekitar persoalan Akhlaq dalam hal Public Service dan Public Relation
c. Sekitar persoalan Ibadah (Hakikat & Falsafah Ibadah, Prinsip & Praktek Ibadah)
d. Tadarrus & refleksi ayat-ayat Allah serta shalat layl berjamaah
e. Out Bond dan relaksasi
f. Kemuhammadiyahan
g. Bagaimana membangun corporate culture.
h. Dialog dengan Pimpinan Universitas Sekitar tugas dan tanggung jawab bersama di UMY

Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah metode ceramah, dialog (tanya-jawab) dan game. Sedangkan untuk materi-materi tertentu seperti Ibadah Praktis ditambah dengan metode demonstrasi.

Adapun waktu pelaksanaan Baitul Arqam untuk sekali pelaksanaan adalah dua hari satu malam yakni pada hari Sabtu-Ahad. Kegiatan ini dijadwalkan bagi seluruh sivitas akademika UMY setiap dua tahun sekali. Sedang lokasi kegiatan ini dipilihkan tempat yang mempunyai suasana kondusif seperti di Gedung Pusbang Muhammadiyah, Kaliurang, atau di Wanagama Playen Kabupaten Guning Kidul.

Ad. 2. Pengajian Mingguan: KSS (Kajian Senin Siang)

Untuk kegiatan pengajian mingguan yang rutin dilaksanakan pada setiap Senin Siang sehingga dinamai KSS (Kajian Senin Siang) dimaksudkan sebagai penunjang/penopang kegiatan utama yakni Baitul Arqam. Hal ini di samping untuk mengingatkan dan menyegarkan kembali akan pesan-pesan keagamaan yang diperoleh pada waktu Baitul Arqam, juga sekaligus untuk menambah wawasan dan pengalaman keagamaan yang mungkin tidak tersentuh pada waktu pelaksanaan Baitul Arqam.

Untuk itu materi pengajian dan rinciannya perlu dirumuskan sedemikian rupa, kemudian disusun secara sistimatis berdasarkan sistematika pokok bahasan Agama Islam secara umum, yakni: Aqidah, Fiqh (Ibadah dan Muamalah), Akhlaq dan permasalahan-permasalah aktual lainnya.

Ad. 3. Kuliah Tujuh Menit (Kultum) ba’da shalat Dzuhur

Kuliah tujuh menit atau disingkat Kultum ba`da shalat Dzuhur dilaksanakan secara intensif pada hari Senin sampai dengan Kamis.

Kultum ini dimaksudkan sebagai wadah untuk menambah wawasan dari berbagai sudut pandang, wadah untuk introspeksi diri, dan sekaligus wadah untuk latihan berbicara di depan jama’ah. Adapun para pemberi kultum dijadwal dalam satu bulan oleh Takmir Masjid al-Itqan dan diatur dalam 1 minggu sebagai berikut, yakni: untuk dosen dua kali, karyawan dan mahasiswa masing-masing satu kali. Namun jadwal ini bisa berubah bila UMY kedatangan tamu penting dari jauh (misalnya: pembicara dalam Seminar Nasional di UMY), maka biasanya tamu tersebut dimohonkan untuk memberikan nasihat atau berbagi pengalaman dalam forum Kultum.

Alokasi waktu dalam menyampaikan kultum adalah ceramah paling lama tujuh menit, dan setelah itu bila ada yang perlu ditanyakan maka dibuka kesempatan untuk melakukan dialog (tanya-jawab) sekitar lima menit.

Ad. 4. Tadarrus dan Bimbingan Baca Al-Qur’an

Bentuk pembinaan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas membaca Al-Qur’an bagi dosen, karyawan tetap dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pembinaan ini bersifat mengikat dan wajib diikuti oleh semua sivitas akademika. Kewajiban ini ditentukan oleh pihak Pimipinan Universitas sehingga bagi karyawan yang tidak mengikutinya akan berpengaruh pada waktu kenaikan gaji berkalanya. Bagi mereka yang sudah lulus membaca Al-Qur’an akan diberikan Syahadah (sertifikat). Sedangkan bagi mereka yang belum memenuhi kriteria kelulusan, maka mereka diwajibkan untuk mengikuti kursus baca Al-Qur’an yang diadakan oleh LPPI UMY. Adapun materi dan metode yang diberikan mengacu pada sistem pengajaran IQRA’ klasikal (AMM. Kotagede Yogyakarta).

Ad. 5. Sosialisasi Ajaran Islam

Iman sesungguhnya tidak berhenti sampai pada keyakinan di dalam hati dan pengakuan di lisan saja, tetapi iman juga harus dipraktekkan dalam amal keseharian di segala aspek kehidupan. Untuk mempraktekkan ajaran Islam diperlukan media untuk mensosialisasikannya. Untuk itulah LPPI UMY memprogramkan kegiatan sosialisasi ajaran Islam dalam bentuk surat, brosur atau pamflet yang berisi ajakan atau seruan untuk mengikuti tuntunan (sunnah) Nabi saw.

Dalam bentuk surat atau brosur, LPPI UMY mengirimkannya kepada seluruh sivitas akademika termasuk karyawan, khususnya pada saat ada momentum yang tepat, misalnya menjelang hari besar Islam, atau momentum-momentum lain sebagai upaya penyadaran terhadap sivitas akademika. Contoh yang dapat dikemukakan di sini yakni pada saat menjelang peringatan Isra’ Mi`raj, LPPI UMY mengirim surat yang berisi ajakan untuk memperhatikan shalat agar mereka tidak melalaikan shalat. Ketika memasuki bulan Ramadhan, LPPI mengirimkan lembaran yang berisi tuntunan Ramadhan menurut Rasulullah saw. Demikian pula pada saat menjelang pelaksanaan Puasa Arafah, LPPI mengirimkan surat ajakan untuk bersama-sama melakukan Puasa Arafah, dan lain-lain.

Selain itu dipasang juga pamflet yang memuat ayat atau hadis yang intinya mengajak bagi pembacanya untuk mempraktekkan ajaran Islam. Pamflet ini dipasang pada tempat-tempat yang dianggap strategis untuk dibaca oleh masyarakat kampus. Contoh pamflet yang bertuliskan ayat dan terjemahnya, misal dalam QS. Al-Mujadalah/58: 11:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Allah mengangkat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat…”

Dan QS. Ali Imran/3 : 142:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِين

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang-orang yang bersabar.”

Ad. 6. Konsultasi Agama

Bentuk pembinaan ini akan mencoba membantu semua pihak, termasuk karyawan, dalam segala permasalahan yang memerlukan pertimbangan dari sudut pandang agama Islam. Permasalahan tersebut antara lain: permasalahan yang berkenaan dengan hukum Islam (misal: shalat, zakat, puasa, pernikahan, waris dan lain-lain), masalah keluarga, masalah pekerjaan dan lain-lain.

Adapun konsultannya, khusus di bidang keagamaan antara lain: Ustadz Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag., Drs. Muhsin Haryanto, M.Ag., Drs. Mohammad Mas`udi, M.Ag., Syakir Jamaluddin, S.Ag., M.A., Dr. Imamudin Yuliadi, M.Si. dan lain-lain. Sedangkan bila permasalahan yang dihadapi adalah berkaitan dengan masalah psikologi keluarga, remaja atau masalah pekerjaan maka akan diserahkan kepada pakarnya yakni Bapak Dr. Khoiruddin Bashori, M.Si.
Waktu konsultasi tergantung kesepakatan.

Ad. 7. Pengajian Hari Besar Islam dan Semarak Ramadlan

Pengajian ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari besar Islam, seperti: Nuzulul Qur’an, Halal Bi Halal (Syawalan), Tahun Baru Hijriyah, dan Semarak Ramadlan. Kegiatan ini bisa berbentuk kegiatan sosial, seperti pembagian zakat, shadaqah, daging qurban, dan semacamnya. Kegiatan sosial ini bisa bekerjasama dengan Badan Pengelola Infaq (BPI) UMY.

Pengajian ini dilaksanakan secara bersama yang dihadiri oleh bapak-ibu dosen dan karyawan sekalian serta terbuka untuk umum. Pengajian ini di samping dimaksudkan sebagai wadah untuk silaturrahmi antar sesama keluarga besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan masyarakat sekitar, juga sekaligus diharapkan mereka dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari beberapa peristiwa bersejarah umat Islam tersebut.

Ad. 8. Membuat jaringan dakwah dengan mengaktifkan Tim Islamisasi Kampus, dan KM3 (Korps Muballigh Mahasiswa Muhammadiyah)

Dakwah tidak mungkin berjalan bila berjalan sendiri, tapi membutuhkan jaringan dan kerjasama dengan pihak lain yang memiliki komitmen yang sama. Untuk itu LPPI akan mengaktifkan kembali Tim Islamisasi Kampus dari kalangan dosen dan karyawan pada setiap fakultas dan unit kerja, serta membentuk dan mengaktifkan Korps Muballigh Muhammadiyah di UMY bekerjasama dengan Takmir Masjid al-Itqan UMY.

FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT

Yang dimaksud dengan faktor pendukung dalam pembinaan keagamaan di sini adalah hal atau kondisi yang dapat mendorong kegiatan pembinaan keagamaan di UMY. Sebaliknya adalah faktor penghambat yaitu hal atau kondisi yang menghalangi berlangsungnya pembinaan keagamaan di UMY.

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi maka dapat diketahui faktor pendukung pembinaan keagamaan sebagai berikut:

1. Adanya dukungan dari pihak Universitas sebagai Amal Usaha Muhammadiyah

Tidak dapat dipungkiri bahwa UMY adalah salah satu amal usaha dari sebuah gerakan dakwah Muhammadiyah yang bergerak di bidang pendidikan. Karenanya UMY sangat berkepentingan untuk membina keislaman dan kemuhammadiyahan suluruh sivitas akademika yang terlibat langsung dalam kegiatan di UMY. Sebab, bila ajaran Islam dipraktekkan secara benar, maka ukhuwwah/kebersamaan, kesungguhan, kedisiplinan dan kualitas kerja akan semakin baik. Untuk itu sudah seharusnya bila segala kebijakan dan fasilitas pembinaan keagamaan mendapat dukungan penuh dari pihak pimpinan Universitas.

2. Tersedianya fasilitas Ibadah yang cukup memadai.

Adanya fasilitas atau sarana ibadah yang cukup memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kelancaran pembinaan. Fasilitas ibadah seperti Masjid al-Itqân yang berada di tengah Kampus Terpadu UMY sebenarnya sudah cukup memadai unyuk melaksanakan kajian dan pembinaan keislaman sivitas akademika, namun sayangnya harus diakui belum dimanfaatkan secara maksimal.

Di samping fasilitas di atas, LPPI UMY juga membagikan Al-Qur’an dan buku “Kuliah Aqidah” yang disusun oleh Drs. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag. dan Buku Pedoman Hidup Islam Warga MUhammadiyah untuk seluruh dosen dan karyawan secara cuma-cuma khususnya bagi mereka yang mengikuti kegiatan Baitul Arqam UMY. Bahkan LPPI UMY menyediakan fasilitas perpustakaan yang khusus berisi buku-buku keislaman bagi siapa saja yang ingin lebih mendalami agama Islam.

3. Adanya dukungan dan motivasi dari para dosen dan karyawan.

Salah satu keberhasilan pembinaan juga berkat adanya dukungan dari sebagian dosen dan karyawan itu sendiri sebagai obyek dakwah. Tanpa adanya kesadaran dan motivasi yang kuat dari dosen dan karyawan pada umumnya mustahil program pembinaan ini dapat berjalan dengan baik.

4. Adanya kerja sama yang baik antar unit lain

LPPI UMY sebagai lembaga yang bertugas menangani pembinaan keagamaan di lingkungan UMY, tentunya tak dapat berjalan sendiri tanpa adanya bantuan dan kerja sama yang baik dari unit kerja yang lain. Dukungan ini tampak jelas ketika LPPI meminta kepada Pimpinan seluruh fakultas dan Kepala Unit kerja lainnya supaya turut bertanggung jawab dalam membina akhlaq anak buahnya yang menjadi mitra kerjanya, mendapat sambutan positif dari pimpinan. Bahkan pimpinan fakultas menunjuk langsung penanggung jawab pengelola pembinaan keagamaan di setiap fakultas.

Adapun faktor penghambat pembinaan keagamaan di UMY antara lain:

1. Tingkat pendidikan dan minat dosen dan karyawan yang bermacam-macam.

Tingkat pendidikan para karyawan yang beraneka ragam menjadi kendala di dalam proses pembinaan terutama pada saat pemberian materi dimana sebagian karyawan sudah dapat memahami pesan keagamaan yang disampaikan penceramah, sedang sebagian yang lain belum, ada yang suka ceramah enteng-entengan & banyak humor tapi ada juga yang lebih suka serius.

2. Lemahnya animo dari sivitas akademika untuk hadir mengikuti kegiatan pembinaan keislaman di UMY.

Umumnya yang aktif dalam kegiatan pengajian atau kajian hanyalah orang-orang tertentu saja yang memang punya kesadaran akan pentingnya kegiatan tersebut. Sementara bagi dosen dan karyawan yang lain yang sebenarnya juga membutuhkan kegiatan ini tapi tidak merasa sebagai kebutuhan penting justru jarang hadir dalam forum semacam ini. Bisa jadi, rendahnya minat mereka akibat terhadap pengajian karena mereka menganggap kegiatan tersebut tidak bisa memberikan solusi untuk menjawab desakan kebutuhan hidup mereka sebagai akibat kesejahteraan mereka kurang terpenuhi dengan baik Tanpa kebijakan dari Pimpinan Universitas dan Fakultas dalam mensejahterkan kebutuhan dasar mereka dan membuat kebijakan untuk menghadirkan mereka dalam kegiatan pembinaan ini maka tampaknya pembinaan keagamaan tidak akan mungkin berjalan efektif.

3. Jadwal pelayanan akademik dan perkuliahan benar-benar diatur dan dilaksanakan secara konsisten supaya tidak bentrok dengan jadwal shalat jamaah.

Meskipun sebagian jadwal perkuliahan dan jadwal pelayanan akademik sudah disesuaikan dengan jadwal shalat namun dalam pelaksanaan belum dilaksanakan secara konsisten.