Publikasi

Panduan Pembudayaan Tadarus Al-Quran

Penyusunan buku ini merupakan kelanjutan dari penerbitan buku Pedoman Hidup Islam Warga Kampus dan Pedoman Implementasi PHIWIK yang diterbitkan pada tahun 2016. Buku ini juga merupakan panduan implementasi SK Rektor UMY No. 044/SK-UMY/XII/2016 tentang pembudayaan tadarus al-Quran dilingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Melalui program ini diharpakan akan terwujud pengamalan al-Quran dalam kehidupan pribadi dan bekerja bagi civitas akademika UMY dengan memulai pada tingkat kualitas mmembaca dan memahami al-Quran.

 

Pedoman

 

 

Pedoman Hidup Islami Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Pedoman Hidup Islami Warga Kampus UMY merupakan pedoman untuk menjalani kehidupan dalam lingkup pribadi, keluarga, bermasyarakat, berorganisasi, mengelola amal usaha, berbisnis, melestarikan lingkungan, berbangsa dan bernegara, mengembangkan profesi, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknoligi, dan mengembangkan seni dan budaya yang menunjukkan perilaku uswatun hasanan (teladan yang baik).

Landasan dan sumber Pedoman Hidup Islami Warga Kampus UMY ialah al-Quran dan Sunnah Nabi yang merupakan pengembangan dan pengayaan dari pemikiran-pemikiran formal (baku) dalam Muhammadiyah seperti Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah,Muqoddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, Khittah Perjuangan Muhammadiyah, serta hasil-hasil Putusan Majelis Tarjih.

 

 

10 Jam Belajar Membaca Al-Quran

Modul Pembelajaran Al-Qur'an Universitas Muhammadiyah Yogyakarta adalah panduan untuk penyelenggaraan kegiatan  pembelajaran al-Quran bagi seluruh mahasiswa UMY. Proses pembelajaran al-Qur'an ini adalah kegiatan wajb yang harus dikuti oleh setiap mahasiswa baru dan sebagai syarat kelulusan. Program pembelajaran al-Qur'an adalah salah satu bagian dari beberapa program pengembangan karakter mahasiswa UMY melalui Pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

Proses kegiatan pembelajaran al-Qur'an terdiri dari dua kegiatan, yaitu pembelajaran membaca al-Qur'an dan pembelajaran menulis arab. Seluruh proses pembelajaran dilakukan secara aktif, yaitu setiap mahasiswa di bawah bimbingan Dosen Pendamping secara mandiri belajar membaca dan menulis al-Qur'an. Mahasiswa akan dikelompokkan berdasar tingkat kemampuan masing-masing dan dibimbing oleh satu Dosen Pendamping. Kegiatan pembelajaran al Qur'an ini dilakukan sebanyak 26 kali pertemuan di semester pertama dan kedua sesuai jadwal yang ditentukan pihak pengelola. Apabila3 setelah proses bimbingan mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan belum lulus, maka kepadanya diperkenankan untuk melakukan ujian remediasi di mulai di semester 6 perkuliahannya. Apabila mahasiswa dinyatakan lulus, maka kepadanya akan diberikan sertifikat/syahadah sebagai tanda lulus baca al-Qur'an.

Modul ini disusun berdasar Buku 10 Jam Belajar Membaca Al-Qur'an karya Prof. Dr. Muhammad Chirzin, M.Ag, (tahun 2005) dan atas ijin beliau LPPI menyampaikan terima kasih. Selanjutnya, sesuai kebutuhan, Tim LPPI melakukan pengembangan dengan memasukan pembelajaran menulis al-Qur'an atau arab. Secara ideal, perlu juga dikembangkan alat basis Teknologi Informasi, sehingga dapat memudahkan setiap mahasiwa belajar al-Qur'an.

Modul ini tentu belumlah sempurna, sehingga saran dan kritik untuk pengembangan model pembelajaran al-Qur'an sangat diharapkan. Semoga modul ini dapat menjadi sarana pembelajaran al-Qur'an yang effektif bagi mahasiswa UMY. Selamat belajar al-Qur'an.

Nashruminallah

Islamisasi Kampus & Ilmu Pengetahuan

Buku ini mencakup aspek pertanyaan di seputar Islamisasi pengetahuan, paradigma pengetahuan ilmiah, tujuan Islamisasi pengetahuan ilmiah, metode pendekatan, pemikiran mendasar, utuh dan menyeluruh sekaligus dimuat pula contoh grand design Islamisasi keampus dimana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai contoh kasus. Pada kesempatan ini pula kami mengucapkan banyak terimakasih Dada ikhwan Ir. H. Muhammad Ikhsan (Fak. Teknik UMY), Fadjar lqbal, S.Sos. (Fisipol UMY), Ahim Abdurahim, MSi. (Fak EkonomiUMY), Endrio, SH. (Fak. Hukum) dr. Bambang Edy, dr. Koesbariyanto (Fak. Kedokteran UMY), dll atas segala kontribusi pemikirannya sebagai penyempurna isi buku ini.

Semoga Allah memberikan balasan yang berlipat ganda.

Wallahu alam bisshawab

Shalat Sesuai Tuntunan Nabi

 

 

Buku SHALAT SESUAI TUNTUNAN NABI SAW: Mengupas Kontroversi Hadis Sekitar Shalat selesai juga. Untuk itu segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam yang telah menyempurnakan Risalah-Nya dan mengutuskan seorang Rasul dengan bekal petunjuk al-Qur’an untuk dijelaskan kepada seluruh umat manusia. Shalawat serta salam kepada Rasul penutup, Nabi Muhammad saw yang telah berjuang dengan segenap jiwa dan raganya, menyampaikan Risalah Ilahi dengan nasihat dan keteladanan yang baik demi kebahagiaan umat manusia, di dunia dan di akhirat kelak.

Terinspirasi oleh hadis Nabi saw: “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat!” yang kemudian menjadi salah satu prinsip ibadah bahwa ibadah harus sesuai tuntunan, maka penulis memilih judul untuk buku ini: Shalat Sesuai Tuntunan Nabi saw. Buku yang membahas Tuntunan Ibadah Praktis (TIPs) seputar Thaharah dan Shalat Nabi saw yang diawali dengan pembahasan tentang Falsafah dan Prinsip Ibadah ini disusun dengan tujuan vi Shalat Sesuai Tuntunan Nabi Saw. Mengupas Kontroversi Hadis Sekitar Shalat untuk membangkitkan semangat para pembaca supaya mau beribadah sesuai dengan tuntunan Nabi saw, yakni ikhlas niatnya dan benar tata caranya sesuai dengan AlQur’an dan al-Sunnah al-maqbûlah (baca: hadis sahih dan hadis hasan).

Persoalan fiqh thaharah dan shalat yang umumnya sudah disepakati dan tidak ada masalah krusial di tengah masyarakat, akan dibahas secara singkat dalam buku ini. Namun persoalan kontroversial sekitar shalat dan tata cara pelaksanaannya yang banyak diperselisihkan di dalam masyarakat akan dibahas agak detail dengan pendekatan kritik hadis yakni pendekatan kritik sanad dan matan hadis dengan mengungkap dan meneliti sumber pengutipan hadis dalam kitab-kitab hadis induk (baca: takhrîj al-hadîts). Hadis dalam kategori dla‘îf jiddan (lemah sekali) –meskipun jumlahnya banyak tidak digunakan sebagai hujjah (dasar hukum) dalam buku ini, sedangkan hadis yang kedaifannya tidak keterlaluan yakni periwayatnya bukan pendusta (hadis palsu) atau tertuduh dusta (hadis matrûk), bukan ahli bid‘ah, bukan periwayat yang hadis-hadisnya munkar dan tidak dikenal (mubham), selama ada dalil pendukungnya yang minimal sederajat sehingga menjadi hadis hasan li ghayrihi (hasan karena yang lainnya), maka masih bisa dijadikan sebagai hujjah.

Dalam menghadapi “pertentangan antar dalil” yang sama-sama maqbûl tentang masalah yang sama, maka langkah pertama penyelesaiannya adalah dengan pengkompromian (al-jam‘u wa al-tawfîq). Jika tidak bisa dengan pengkompromian maka langkah kedua adalah altarjîh yakni mencari dalil yang paling kuat di antara dalil yang sama-sama maqbûl. Jika dengan metode tarjîh pun tetap tidak selesai maka sebagai langkah terakhir yakni dengan metode al-nâsikh wa al-mansûkh yaitu dalil yang datang belakangan menghapus hukum dalil yang datang lebih dahulu. Sistimatika penyelesaian seperti ini ditempuh oleh mayoritas ulama, seperti Syâfi‘iyah, Mâlikiyah, dan oleh Muhammadiyah (Keputusan Munas Tarjih XXV di Jakarta, 2000), meskipun penulis tidak menempuh langkah tawaqquf (mendiamkannya) untuk sementara waktu, mengingat masalah ini cukup mendesak untuk dipecahkan.

Dengan metode seperti ini diharapkan para pembaca dapat memahami berbagai dalil hukum Islam yang kadang berbeda antara satu dengan yang lain, dapat memahami perbedaan pemahaman tersebut, dan dapat mentolerir perbedaan tersebut jika memang memiliki dalil atau landasan yang kuat. Semangat penulisan buku ini adalah mencari kebenaran ilmiah, bukan pembenaran, apalagi permusuhan yang tidak ilmiah. Inilah sebabnya buku ini layak menjadi salah satu buku pegangan muballigh, dosen dan mahasiswa pada Perguruan Tinggi manapun dalam Mata Kuliah Fiqh (Ibadah), dan masyarakat luas yang ingin menambah khazanah fiqh hadis sekitar thaharah dan shalat.

Meskipun banyak keterbatasan yang penulis rasakan dalam penulisan ini – khususnya dalam hal penomoran referensi yang kebanyakan mengambil dari CD Program Maktabah Syâmilah dan karena itu penulis sangat mengharap kritik dan saran dari manapun--, namun atas perkenan Allah SWT dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya penulis mampu menyelesaikan buku ini. Untuk itu, di samping ungkapan rasa syukur yang tak terhingga kepada Allah SWT, juga ungkapan rasa terima kasih setulus-tulusnya kepada mereka yang telah memberikan kasih-sayangnya kepada penulis: Ibunda Hj. Rillah Daeng Anneng dan ayahanda H. Djamaluddin Laidjo Allâhu yarham, istriku Aminah Setyaningsih, S.Ag. dan anak-anakku tercinta: viii Shalat Sesuai Tuntunan Nabi Saw. Mengupas Kontroversi Hadis Sekitar Shalat Meuthia Nabila dan Nadia al-Haq, bapak dan ibu mertua: H.M. Sugiarto Allâhu yarham dan Hj. Titik Mawarti, guruguru saya: Ustadz MS. H. Ibnu Juraimi, Dr. H. Ahmad Lutfi Fathullah, MA., Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag., Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A. –yang telah bersedia memberi Kata Pengantar buku ini--, Prof. Dr. H.M. Amien Rais, M.A., Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif, M.A., Rektor UMY: Ir. H. Dasron Hamid, M.Sc., saudara-saudaraku semua, Mas Nasrullah Larada sekeluarga, seluruh sahabat, teman diskusi dan jamaah pengajian yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu, baik yang di UMY, Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus PP. Muhammadiyah, Majelis Tarjih dan Tajdid PP. Muhammadiyah, dan di manapun juga, penulis ucapkan banyak terima kasih atas bantuannya semoga berbalas kebaikan dari Allah SWT, âmîn. Harapan saya, mudah-mudahan karya ini bermanfaat, âmîn.

 

Ekonomi Islam

Judul       : EKONOMI ISLAM Filosofi, Teori dan Implementasi

Penulis    : IMAMUDIN YULIADI,DR, Msi, SE

Penerbit  : LPPI UMY

Tebal       : 268 halaman
Cetakan  : kedua (edisi revisi
 )

Tahun     : 2007

 

Buku yang berjudul “EKONOMI ISLAM ; Filosofi, Teori dan Implementasi” yang ditulis oleh Dr. Imamudin Yuliadi , SE, M.Si dapat dijadikan referensi untukmenjawab kebutuhan diatas. Penulis buku tersebut adalah Dosen Fakultas Ekonomi UMY, Gelar Doktor didapatkan dari Universitas Padjajaran Bandung dan pendidiakan S1 dan S2 berasal dari UGM. Buku tersebut cukup lengkap memaparkan Sistem ekonomi Ilsam mulai dari landasan Filosofis, Pergolakan Pemikiran Sistem Ekonomi mulai dari Ibnu Taimiyyah, Baqi’ Al-Sadr, Abdul Mannan sampai dengan Umar Chapra ( Pemikir Ekonomi Islam paling Kontemporer), Perbandingan system ekonomi, Konsep kepemilikan, Lembaga Keuangan, Hubungan Industri dalam Islam, Kebijakan Ekonomi Islam, Islam dan Pembangunan Ekonomi Negara dan sampai dengan isu-isu kontemporer Ekonomi Islam. Pembahasan dalam buku ini cukup jelas dan tidak berputar-putar. Penulisan yang sistematis sehingga dapat menyampaikan bahwa system ekonomi Islam cukup lengkap dan mampu menjawab tantangan zaman. Buku ini cocok bagi pemula yang ingin mempelajari ekonomi islam. Buku ini sebenarnya layak disebut buku “pengantar “ ilmu ekonomi islam karena luasnya bahasannya. Pembaca yang telah selesai membaca buku ini maka akan mendapat gambaran umum mengenai ekonomi islam secara komprehensif meskipun tidak secara mendalam.

Etika Bercinta Ala Nabi

Buku yang berjudul Etika Bercinta Ala Nabi saw ini pada awalnya adalah tesis penulis yang berjudul Hadis-hadis tentang Etika Hubungan Seks Suami-Istri: Sebuah Pendekatan Kritik Hadis. Supaya lebih luas manfaatnya, penelitian ini kemudian disebarluaskan dalam bentuk buku populer-ilmiah yang memang disusun untuk menjawab kebutuhan masyarakat tentang etika hubungan seks suami-istri dalam perspektif Islam. Hal ini karena cukup banyak hadis etika “bercinta” yang beredar di tengah masyarakat kita, ternyata tidak dapat dipertanggungjawabkan  kesahihannya. Padahal Nabi saw pernah bersabda: “Barangsiapa berdusta atas namaku, maka hendaklah dia menempati tempat duduk dari api neraka.” (HR. al-Jamâ‘ah). Bisa jadi, penggunaan hadis-hadis yang tidak bisa dipertanggungjawabkan tersebut yang justru membuat Islam disalahpahami dan ditinggalkan karena kehilangan kekuatan referensi.

Buku yang membahas hadis-hadis tentang Etika “Bercinta” (making love) ala Nabi saw ini menuntun suami-istri untuk mendapatkan hubungan seks yang sehat dan berkualitas, namun tetap sah dan beretika yang sebenarnya telah dicontohkan oleh Nabi saw melalui hadis-hadisnya yang otentik.

Meskipun banyak keterbatasan yang penulis rasakan dalam penelitian ini, namun atas perkenan Allah SWT dan berbagai bantuan moral dan material dari berbagai pihak, akhirnya penulis mampu menyelesaikan buku ini. Untuk itu, di samping ungkapan rasa syukur yang tak terhingga kepada Allah SWT, juga ungkapan rasa terima kasih sedalam-dalamnya kepada orang-orang yang telah memberikan kasih-sayangnya kepada penulis: Ibunda Hj. Rillah Daeng Anneng dan ayahanda H. Djamaluddin Laidjo Allâhu yarhamhuma, istriku Aminah Setyaningsih dan anak-anakku tercinta, kedua mertua: ibu Hj. Titik Mawarti dan bapak H.M. Sugiarto Allâhu yarham, serta saudara-saudaraku semua, H. Adham Arman sekeluarga, Mas Nasrullah Larada sekeluarga, Bang Abdul Muis sekeluarga, Sakiyah Hasan (Kiki), dan lain-lain.

Ungkapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada Dr. Ahmad Lutfi Fathullah, MA., Dr. Yusuf Rahman, MA., Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA., Dr. Muhammad Masyhoeri Na‘im, MA. selaku Pembimbing sekaligus Penguji tesis penulis di Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, seluruh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ir. H. Dasron Hamid, M.Sc. sebagai Rektor UMY, Dr. Khoiruddin Bashori, M.Si. yang bersedia memberikan kata sambutan buku ini, Prof. Dr. Yunahar Ilyas, MA., Depdiknas RI yang ikut membantu mendanai penelitian ini, Penerbit Suara Muhammmadiyah yang telah menerbitkan pertama kali buku ini (2005), teman-teman di Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UMY, dan teman-teman dekat yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu. Penulis ucapkan banyak terima kasih atas bantuannya, semoga akan berbalas kebaikan dari Allah SWT, âmîn. Apapun hasil dari penelitian ini, penulis hanya berharap semoga bermanfaat.

 

 

Pengembangan Pemikiran Keislaman Kemuhammadiyahan : Purifikasi & Dinamisasi

Dalam konteks purifikasi (pemurnian), al-qur'an dan hadits shahih merupakan paradigma utama dalam komitmen akidah maupun pelaksanaan ibadah mahdloh. Dari paradigma tekstual-normatif ini melahirkan doktrin: segala sesuatu diyakini dan dilaksanakan bila ada perintah (al-qur'an dan hadits), sedang dalam konteks rasionalisasi, pengamalan di bidang muamalah duniawiyah berlaku doktrin: semuanya boleh dikerjakan selama tidak ada larangan atau tidak bertentangan dengan al-qur'an dan sunnah.

Sepintas lalu, kedua doktrin di atas dianggap' dapat menye- lesaikan setiap permasalahan yang muncul di kalangan umat islam khususnya muhammadiyah. Namun timbul pertanyaan,
apakah dua rumusan tersebut (dalam konteks purifikasi maupun rasionalisasi) telah merupakan dua doktrin yang bersifat mutlak (aksiomatik), dimana rumusan yang dimaksud dianggap hal yang dapat ditinjau kembali? Apakah sesuatu yang telah dirumuskan oleh majlis tarjih merupakan sesuatu yang relatif belaka, dalam artian bahwa setiap hasil rumusan maupun keputusan yang ditetapkan tidak lepas dari konteks zamannya serta subyektivitas para perumusnya?

Buku yang merupakan kumpulan hasil seminar nasional yang diadakan pada tanggal 22-23 juni 1996 di yogyakarta ini akan membahasnya.

Buku Panduan OSDI

Sebagai bagian dari amai usaha Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bukanlah sebuah lembaga pendidikan biasa. Lebih dari itu, UMY adalah instrument dakwah Islam amar ma'ruf nahi munkar. Karena itu visi yang dijadikan pedoman gerak seluruh sivitas akademika UMY adalah Unggul dan Islami, unggul dalam penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan serta tekhnologi dengan dilandasi nilai-nilai Islam sebagai kompas geraknya. Kedua visi besar tersebut harus dihadirkan didalam semua aspek kegiatan di Universitas, mulai dari proses penyaringan input dan outcome-nya. Nilai dan ajaran Islam harus mewarnai dan membentuk segala kegiatan akadernis di kampus sehingga tercipta atmosfir keilmuan dan ketakwaan yang sama kondusifnya. Dengan demikian diharapkan kampus UMY bisa rmenjadi rahim tempat lahirmya peradaban Islam yang bertumpu pada pilar-pilar ketakwaan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi

Untuk mencapai tujuan di atas diperlukan upaya serius yang dilakukan dengan pendekatan sistematis, gredual dan komprehensif. Pendekatan ini adalah pendekatan yang lazim dalarm perkaderan Muhammadiyah, dimana pembinaan kader dilakukan secara terencana, mengikuti tahap-tahap tertentu dan mencakup segala aspek kehidupan. Dalam konteks perkaderan di universitas, artinya pembinaan terhadap mahasiswa harus dilakukan sedini mungkin, yakni ketika mereka baru menginjakkan kaki di kampus dan memulai kehidupan akademis mereka sebagai mahasiswa baru. Upaya ini terus dilakukan dalam bentuk beragam hingga kelak para mahasiswa tersebut meninggalkan kampus dan siap mengabdi bangsa dan negara dengan bekal ilmu dan imam yang kukuh. Pendekatan komprehensif diimplementasikan materi dan kegiatan yang mencakup semua aspek kehidupan keislaman mahasiswa mulai dari akidah, ibadah, akhlak dan dakwah. Begitu juga sebagai seorang individu, mahasiswa diberikan orientasi yang menyentuh aspek kognitif, afektif dan spikomotorik Mereka.

..........................

Tuntunan Ibadah Ramadhan

Alhamdulillah, rasa syukur kepada Allah SWT atas selesainya penyusunan dan penerbitan "Buku Tuntunan Ibadah Bulan Ramadhan". Format buku ini berbeda dengan buku tuntunan yang diterbitkan oleh LPPI sebelumnya, dimana buku ini memuat Tuntunan Puasa di Bulan Ramadhan, Tuntunan I'tikaf Tuntunan Tadarus Al-Qur'an, Alasan Muhammadiyah Menggunakan Hisab, dan memuat kelompok ayat- ayat yang dapat dibaca dan dikaji selama bulan Ramadhan. Semoga dengan diterbitkannya buku ini dapat membantu semua pihak, khususnya civitas akademika UMY, dalam melaksanakan ibadah puasa dan melakukan amalan-amalan yang baik selama bulan Ramadhan ini sesuai tuntunan Islam.

Akhirnya LPPI UMY memberikan apresiasi, penghargaan dan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Tim Penyusun buku ini dan semua pihak yang terlibat di dalamnya, khususnya Pimpinan UMY dan BPH UMY yang senantiasa selalu berkomitmen dalam mendorong dan mendukung kegiatan LPPl untuk peningkatan pengamalan kehidupan islami di lingkungan UMY, khususnya dalam pelaksanaan ibadah puasa dan amalan-amalan yang lainnya selama bulan Ramadhan ini.

Pengembangan Pemikiran Terhadap Hadis

Jika ditimbang-timbang jauh lebih berat mengembangkan pemikiran terhadap hadis ketimbang Al-Qur’an. Pemahaman terhadap AL-Qur’an dapat begitu terbuka tanpa harus dibarengi kekhawatiran dari pihak penafsir akan berkurangnya otoritas Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam dimanapun berada. Lain halnya dengan hadis. kebanyakan ulama lebih cenderung untuk mengendalikan diri dan mengutamakan sikap reserve (segan) dalam melakukan telaah ulang dan pengembangan pemikiran terhadap hadis. Banyak kendala yang menghadang di tengah jalan. Padahal kehidupan masyarakat modern era teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat menghendaki perlunya pengkajian ulang terhadap hadis; baik dari segi pembakuan maupun pemahamannya. Dalam buku ini para pakar dari disiplin ilmu keislaman telah mengkaji ulang pengembangan pemikiran terhadap hadis. Diantara mereka adalah: Prof. Drs. Husein Yusuf, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Dr. Muhammad Amin Suma, Dr. Muwardi Khatib, KHA. Latief Mukhtar, M.A., Dr. Jalaluddin Rakhmat,  M.Sc., Dr. Said Aqil Husein Al-Munawwar, Dr. M. Amin Abdullah, Dr. Juhaya S. Praja, Prof. Dr. M. Syuhudi Ismail dan Drs. Nasikun, M.A.

Seratus Do'a

Abad ini sering disebut oleh para ahli sebagai abad informasi, abad kebangkitan spiritual, bahkan era posmodernisme. Posmoderisme mengakui adanya ruang bagi spiritualisme.

Posmodernisme merupakan krititk epistemologis terhadap faham modernisme yang rasionalistik positivistik dan materialistik. Akibatnya, modernism melupakan sisi kemanusiaan yang spiritualisilk.

Dalam konteks spiritualisme Islam, fenomena dzikir dan do'a merupakan salah satu sisi kehidupan umat Islam yang tidak boleh dilupakan. Dominasi pemahaman umat Islam yang lebih berorientasi pada wilayah akidah dan figh semata, berimplikasi pada tampilan wajah umat yang "keras dan kaku". Untuk melengkapi fenomena keberagamaan umat yang demikian, maka khazanah aqidah dan fiqh tersebut seharusnya diperkaya dengan khazanah ajaran Islam di bidang tasawwuf (akhlaq).

Apa yang tercantum di dalam buku Seratus Doa ini merupakan salah satu imensi tasawwuf dimaksud. Doa merupakan bagian terpenting dari ajaran Islam. Do'a sangat terkait dengan wilayah transedental metafisik (alam ghaib) yang terlalu naif untuk disepelekan.

Dalam perspektif teologi Islam, ada dua pendapat yang muncul di kalangan ulama. Segolongan ulama berkeyakinan (mahzab jabariyah/determinisme bahwa melalui doa kita bisa mengubah keadaan yang buruk menuju keadaan yang baik. Segolongan ulama lainnya (mazhab qodariyah/indeterminisme) ber- pendapat bahwa doa tidak dapat mengubah apapun. Tapi doa penting untuk memberikan kenyamanan psikologis bagi orang yang berdoa.

Terlepas dari dua mazhab doa di atas, minima melalui kegiatan berdoa kita dapat menumbuhkan ketenangan bathiniyah kita dalam menghadapi berbagai cobaan hidup yang semakin keras dan menegangkan. Doa menjadi semacam tetesan embun di pagi hari, atau bagaikan segelas air di tengah terik panas matahari di padang pasir.

Mudah-muahan apa yang telah iupayakan oleh ikhwan Muslikhun dan Juanda ini kelak menjadi amal shaleh bagi beliau berdua, sekaligus menjadi penuntun praktis bagi para pembaca yang selalu rindu dengan kedekatan pada Allah SWT.

Wallahu a'lam bishawab

 

 

Pemikiran Politik Islam

Ide besar bukuini berangkat dari beberapahal: Pertama, Kuatnya arus pemikiran Barat dalam studi Ilmu Politik. Baik dari tingkat istilah, konsep sampai bangunan sistem politiknya. Kedua. Dalam batas tertentu pemikiran politik Barat yang khas dengan nuansa sekulernya semenjak West-phalia 1647 telah memberikan kontribusi positif ataupun negatif Kontribusi positifnya yang tak terhindarkan kepada bangunan politik yang semakin teratur dan terlembaga. Sedangkan kontribusi negatifnya terciptanya konflik-konflik akibat sense utama politik Barat pada "interest" yang dalam batas tertentu telah mengarah menjadi fanatisme buta yang sulit untuk dikompromikan lagi. Dominannya "interest" ini pada akhimya menjadi "riba" dalam politik. Schingga yang terjadi bukan suatu kemaslahatan tetapi ketidakadilan dan diskriminasi.

Buku ini mencoba memberikan warna lain dari politik dengan makna kontrak sosial dan shadaqoh. Dalam pandangan Islam untuk mengurangi dan menghilangkan riba atau "interest politik" yang merusak perlu dikembangkan kontrak sosial yang fair dan kepedulian sosial. Dari perspektif inilah buku ini ditulis.

Pendidikan Dalam Prespektif Al-Qur'an
Qur'an sebagai kumpulan wahyu terashir memberi perhatian yang serius terhadap masalah pendidikan, karena kitab suci ini diturunkan untuk kepentingan dan kebahagiaan manusia sendiri sebagaimana yang menjadi tujuan pendidikan. Al-Qur'an memberi jawaban terhadap pertanyaan sentral tentang arah perilaku manusia dalam kehidupan kolektif mereka: Bagaimana saya seharusnya berperilaku dalam kehidupan dunia ini?"
Corak perilaku seorang anak manusia sepenuhnya ditentukan oleh pandangan moralnya, dan moral ini menurut Al-Qur'an hanyalah mungkin menjadi solid bila ia didasarkan kepada nilai-nilai transendental kenabian. Mencari landasan moral di luar itu sudah pasti akan mencemari fitrah, karena itu
berarti melepaskan nilai kesucian yang paling asasi.
Penerbitan buku ini diharapkan turut memberikan sumbangan pemikiran bagi sosialisasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan umat. Dengan itu diharapkan tampilnya manusia-manusia teladan yang juga disegani.
Tantangan di depan kita begitu nyata, sementara kita yang sadar akan makna tantangan itu tidak begitu banyak Untuk itu buku ini juga diharapkan dapat menyebarkan kesadaran tersebut agar mencapai radius yang luas
Buku Ajar Baca Al-Qur'an & Tajwid
Buku Ajar Baca Al-Our'an dan Tajwid ini disusun, Pertama untuk bahan kuliah Baca Tulis Al-Qur'an (BTA) bagi para mahasiswa di lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, kedua untuk para mahasiswa dari Perguruan Tinggi mana saja, dan ketiga untuk kaum muslim dimana saja anda berada yang ingin belajar membaca Al-Qur'an beserta ilmu tajwid lebih mendalam dapat langsung merujuk pada buku ini.
Ayat-ayat Al-Qur'an, hadis-hadis, dan contoh-contoh bacaan sengaja ditulis lengkap untuk memberikan kesempatan, kemudahan, dan membiasakan melafalkan huruf hijaiyah dan bacaan Al-Qur'an agar para pembaca mendapatkan pahala membaca Al-Qur'an sebagaimana yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW, juga untuk membuat kita semakin akrab dengan ayat-ayat suci Al- Qur'an Al-Karim, dan untuk memudahkan pembaca mencari contoh bacaan-bacaan Al-Qur'an yang terkait dengan ilmu tajwid.
Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam dalam Prespektif Historis dan Ideologi

Judul         : Muhammadiyah Sebagai Gerakan Islam

Penulis      : Musthafa Kamal Pasha (Allahu Yarham) & Ahmad Adaby Darban (Allahu Yarham)

Penerbit    : Yogyakarta: Surya Mediatama

 

“Muhammadiyah Sekarang ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan di mana saja. Jadilah guru, kembalilah kepada Muhammadiyah, jadilah meester, insinyur dan lain-lain dan kembalilah kepada Muhammadiyah (KH.Ahmad Dahlan)

Pesan pendiri Muhammadiyah ini tertulis pada sampul belakang buku tersebut. Pesan yang mendalam ini mendorong warga Muhammadiyah untuk selalu belajar dan belajar di manapun dalam bidang apapun. Kepandaian itu lalu digunakan untuk mengembangkan amal usaha Muhammadiyah yang kini bergerak dalam berbagai bidang. Kini Muhammadiyah tidak saja memperhatikan dan mengembangkan dakwah, tetapi sudah merambah ke bidang pendidikan, pengembangan sumber daya masyarakat, ekonomi, kesehatan, perpustakaan, kebudayaan, dan lainnya.

Memang benar, era yang dihadapi Muhammadiyah kini dan akan datang berbeda jauh dari masa-masa ketika Muhammadiyah sedang berdiri. Perkembangan amal usaha ini sangat luar biasa. Maka pemikiran KH Ahmad Dahlan ternyata mampu menembus dimensi waktu yang tak lekang oleh perubahan jaman.

Buku ini menyajikan kebangkitan umat Islam dimulai dari Dinasti Umaiyah (661-750). Saat itu kekuasaan Islam memang membentang dari Afrika Utara, sebagian India, Afganistan, Turkistan, Samarkand an sebagian besar kerajaan Rumawi Timur. Saat itu telah berdiri perguruan tinggi Islam terkenal seperti Universitas Iskandariyah dan Universitas Naisabur. Pada periode ini juga telah lahir mujahid besar dalam bidang fiqh seperti Muhammad Idris as-Syafii sebagai imam mazhab Syafii dan penulis kitab Al Um, imam Malik bin Anas, dan imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal pendiri mazhab Hambali. Kemudian diuraikan perkembangan dan kebangkitan Islam pada masa Abbasiyah, Dinasti Umaiyah di Spanyol, dan Dinasti Fatimiyah.

Pada bab-bab berikutnya diuraikan kebangkitan kembali dunia baru Islam dengan menampilkan pemikiran-pemikiran Ibnu Taimiyah, sampai pada pemikiran Sayed Abdul A’la Maududi. Pembahasan ini diteruskan dengan gerakan modernisasi di Indonesia.

Buku yang dicetak berulang kali ini menguraikan latar belakang berdirinya Muhammadiyah, baik faktor subyektif maupun faktor obyektif. Juga disajikan secara ringkas perkembangan kepemimpinan Muhammadiyah sejak KH Ahmad Dahlan sampai periode KH Faqih Usman/periode KH A.R. Fakhrudin (Pak AR).

Buku yang ditulis oleh salah seorang pendidi UMY ini perlu dipahami oleh setiap warga Muhammadiyah agar tidak kehilangan ruh perjuangan dan tidak keluar dari Khittah Muhammadiyah.

 

Lasa Hs-Perpustakaan UMY

Kuliah Fiqih Ibadah

 

Buku yang berjudul Kuliah Fiqh Ibadah ini merupakan salah satu Buku Ajar dan referensi utama dari Mata Kuliah Agama Islam 2 pada tingkat Perguruan Tinggi Muhammadiyah, di mana Mata Kuliah Agama Islam 1 titik tekannya ada pada nilai dasar spiritual yang menekankan persoalan Aqidah dan Akhlaq, sedangkan Mata Kuliah Agama Islam 2 menekankan pada persoalan ibadah dan mu’amalah yang diawali dengan pengantar ilmu fiqh.

Tujuan perkuliahan ini adalah mahasiswa dapat memahami dan melaksanakan ibadah mahdlah dengan baik dan benar berdasarkan Al-Qur’an dan al-Sunnah almaqbûlah (baca: hadis sahih dan hadis hasan).

Kompetensi dasar yang diharapkan setelah mahasiswa mengikuti perkuliahan ini:

  1. Mahasiswa dapat memahami arti fiqh dan pembagiannya, dapat membedakannya dengan ushul fiqh dan Syari’ah, dapat memahami dasar-dasar ilmu fiqh, tujuan dan asas-asas hukum Islam, serta kaidah dan metode dasar dalam mengistinbatkan hukum Islam.
  2. Mahasiswa dapat memahami arti, filosofi dan prinsipprinsip ibadah dalam Islam.
  3. Mahasiswa dapat memahami permasalahan thaharah dan beberapa hal kontroversial seputar cara bersuci dari najis & hadas, wudlu, mandi & tayammum.
  4. Mahasiswa dapat memahami permasalahan shalat dan beberapa hal kontroversial seputar tata cara shalat wajib, shalat-shalat sunat, dan tata cara shalat jama’ah.
  5. Mahasiswa dapat memahami permasalahan zakat, cara penghitungan, pengelolaan dan pendistribusiannya, serta beberapa hal kontroversial seputar zakat.
  6. Mahasiswa dapat memahami permasalahan puasa dan beberapa hal kontroversial seputar tata cara puasa.
  7. Mahasiswa dapat memahami permasalahan haji dan beberapa hal kontroversial seputar tata cara manasik haji.

Oleh karena pada umumnya mahasiswa sudah mendapatkan fiqh ibadah pada jenjang pendidikan sebelumnya, maka meskipun buku ini membahas hal yang sama, namun dalam proses perkuliahan tidak lagi membahas secara detail tentang tata cara ibadah mahdlah, tetapi lebih banyak menekankan hal-hal yang bersifat kontroversial. Persoalan kontroversial di bidang fiqh yang banyak diperselisihkan masyarakat --khususnya fiqh shalat yang sebagian bahannya saya ambilkan dari buku Shalat Sesuai Tuntunan Nabi saw--, akan dibahas agak detail dengan pendekatan kritik dan fiqh hadis. Di samping bertujuan untuk membekali mahasiswa dalam membahas hukum Islam, juga dimaksudkan agar mahasiswa dapat memahami berbagai dalil hukum Islam yang kadang berbeda antara satu dengan yang lain, dapat memahami perbedaan pemahaman tersebut, dan dapat mentolerir perbedaan tersebut jika memang memiliki dalil atau alasan yang kuat.

Karena fiqh atau pemahaman hukum Islam senantiasa berkembang dinamis menurut situasi dan kondisi masyarakat, maka buku ini tidak hanya memberikan produk jadi seperti buku-buku fiqh pada umumnya, namun juga membekali pembaca dengan “alat bedah” sederhana sebagai pengantar bagi para pembaca untuk memahami kerangka teori dan metode hukum Islam yang biasa ditempuh ulama dalam memahami dan menggali hukum Islam. Dengan bekal ini diharapkan para pembaca dapat menempuh langkah awal yang benar dalam memahami dan menggali hukum Islam.

Meskipun banyak keterbatasan yang penulis rasakan dalam penulisan ini --khususnya dalam hal penomoran referensi yang kebanyakan mengambil dari CD Program Maktabah Syâmilah--, namun atas perkenan Allah SWT dan berbagai bantuan dari berbagai pihak, akhirnya penulis mampu menyelesaikan buku ini. Untuk itu, di samping ungkapan rasa syukur yang tak terhingga kepada Allah SWT, juga ungkapan rasa terima kasih sedalamdalamnya kepada orang-orang yang telah memberikan kasih-sayangnya kepada penulis: Ibunda Hj. Rillah dan ayahanda H. Djamaluddin Laidjo Allahu yarham, istriku Aminah Setyaningsih dan anak-anakku tercinta: Meuthia Nabila, Nadia al-Haq, dan si bungsu Fâdhil Ahmad Syakir yang lahir saat proses terakhir buku ini, ibu dan bapak mertuaku: Hj. Titik Mawarti dan H. Sugiarto Allâhu yarham, serta saudara-saudaraku semua, para guru saya: Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc., M.A. yang bersedia memberi kata pengantar dan menyumbangkan tulisan tentang Fiqh Haji, Prof. Dr. Syamsul Anwar, M.A. (Ketua Majelis Tarjih & Tajdid PP Muhammadiyah), Dr. Ahmad Lutfi Fathullah, M.A., Rektor UMY: Ir. Dasron Hamid, M.Sc., seluruh sahabat dan teman di UMY, LPPI UMY, Fakultas Agama Islam UMY, dan lain-lain yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu. Penulis ucapkan banyak terima kasih atas bantuannya semoga akan berbalas kebaikan dari Allah SWT, âmîn.

 

 

 

Panduan Kuliah Intensif Al-Islam (KIAI)

Buku panduan KIAI ini lebih menekankan pada konsep dasar islam, terutama masalah ibadah karena diharapkan dapat member pemahaman kepada mahasiswa mengenai konsep dasar ibadah meliputi ekstistensi ibadah (falsafah dan prinsip ibadah), fiqih thaharah, fiqih sholatdengan memberikan keterampilan beribadah secara langsung sesuai tuntunan Rasullah SAW sehingga diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai ibadah dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Islam Pengembangan Disiplin Ilmu Sebuah Trasformasi Nilai

Studi Islam yang berkembang dalam lembaga-lembaga akademis saat ini berada dalam tarik menarik dua sisi yang sering dikatakan orang berbeda dan bertentangan, tapi tak sedikit pula kalangan yang mencoba mengkompromikan antara keduanya. yakni antara sisi akademis yang objektif dan sisi nilai itu sendiri. Tentu saja kedua model studi tersebut memiliki signifikansi tersendiri dalam konteks yang lebih luas, yakni mengembangkan ilmu pengetahuarn. Barangkali bukanlah sebuah pekerjaan mudah untuk melakukan integrasi khazanah keilmuwan Islam dengan disiplin ilmu lainnya yang sudah lama berkembang. Tapi, setidaknya pada dataran praktis, transformasi nilai maupun wacana filosofis dan etik masih bisa dilakukan secara bertahap. Buku ini, sesungguhnya merupakan sebuah langkah kecil menuju ke arah transformasi tersebut.

Kuliah Akhlaq

RASULULLAH SAW bersabda : "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia." (H.R. Baihaqi)

Ajaran akhlaq dalam Islam bersumber dari wahyu llahi yang termaktub dalam Al-Qur an dan Sunnah. Akhlaq dalam Islam bukanlalh moral yang kondisional dan situasional, tetapi akhlaq yang benar-benar memiliki nilai yang mutlak untuk memperoleh kebahagiaan di dunia kini, dan diakhirat kelak. Buku ini disusun dengan sistematika berdasarkan ruang lingkup akhlaq. yaitu akhlaq terhadap Allah SWT, akhlaq terhadap Rasulullah SAW akhlag pribadi, akhlaq dalam keluarga, akhlaq bermasyarabatdan akhlaq bernegara.